PENERAPAN MOTIF CORTEX FRACTALUSCIOUS PADA PRODUK FESYEN MENGGUNAKAN TEKNIK 3D PRINT BERBASIS ECO FASHION

Achmad Fadhil, Karsam Karsam, Hardman Budiardjo

Abstract


Cortex merupakan tren fashion yang yang diterbitkan oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dalam Indonesia Trend Forecasting. Cortex merupakan paradok kecerdasan buatan, di era evolusi digital di mana digitalisasi membaur di seluruh lingkup hidup manusia, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) digambarkan sebagai neokorteks eksternal bagi umat manusia yang membantu dalam proses riset desain dan seringkali berujung pada inovasi material. Coretx sendiri mempunyai tiga jenis motif salah satunya yaitu. Fractaluscious (keindahan fraktal) merupakan bentukan tak terduga yang bersifat dinamis dan berkesan seperti organisme yang tumbuh dan bergerak, pada jenis ini material yang muncul memiliki kesan sentuhan atau dikenal dengan istilah haptic, dan material yang diangkat memiliki bentuk 3 dimensi yang menghasilkan tekstur, penulis akan menerapkan motif Cortex fractaluscious (keindahan fraktal) untuk desain produk fesyen yang akan dibuat, dikarenakan motif Cortex fractaluscious lebih dinamis dan variatif untuk diterapakan di 3D Print. Dalam proses penulisan karya ini hal yang ingin diwujudkan yaitu penerapan motif cortex fractaluscious pada produk fesyen menggunakan teknin 3d print berbasi eco fashion. Eco fashion atau biasa disebut sebagai sustainable fashion adalah pakaian yang dapat berintegrasi dengan lingkungan atau alam (Fletcher,2012), yang bertujuan untuk menciptakan pola timbal balik bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.


Kata kunci : Cortex, fractaluscious, 3D print, fesyen, eco fashion.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.