Jurnal Sistem Informasi Situs Jurnal : http://jurnal.stikom.edu/index.php/jsika RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENILAIAN KINERJA BADAN USAHA MILIK NEGARA PADA PT. SUCOFINDO Yanuar Affandy 1) Haryanto Tanuwijaya 2) Mochammad Arifin 3) S1 / Jurusan Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi Akuntansi S1 / Jurusan Manajemen D3 / Jurusan Komputerisasi Perkantoran dan Kesekretariatan STMIK STIKOM Surabaya Jl. Raya Kedung Baruk 98 Surabaya, 60298 Email: 1) yanuargokilz@yahoo.com, 2) Haryanto@stikom.edu, 3)Marifin@stikom.edu Abstract: PT. SUCOFINDO is one of the state-owned company engaged in the inspection, supervision, assessment and testing of the first in Indonesia. At this time for assessment of performance at PT. SUCOFINDO guided by the Ministerial Decree No. KEP-100 / MBU / 2002 which consisted of an assessment of financial and non-financial aspects however, the company still difficulties in applying the guidelines of this Decree, as long as the company's performance measurement is focused on the financial aspect alone, for measurement of non-financial aspects are difficulties in implementing data collection operations, due to the lack of parts that run it. As a result, less measurable results reflect the achievement of actual results of company performance. In addition, assessment of performance running now is end- system or system will end by issuing a single value, the system is not able to provide details of assessment that contains information about the condition of the company now. Therefore, it is expected by the information system of performance appraisal can help PT. SUCOFINDO in assessing the performance and non-financial aspects of finance in accordance with Government requirements listed in the Ministry of State-Owned Enterprises Keywords: performance appraisal, state-owned company PT. SUCOFINDO adalah salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang inspeksi, supervisi, pengkajian dan pengujian yang pertama di Indonesia. Sebagai perusahaan BUMN, penilaian kinerja PT. SUCOFINDO berpedoman pada Keputusan Menteri Nomor: KEP-100/MBU/2002 karena merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan harus mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah mengenai
9penilaian tingkat kesehatan Badan Usaha Milik Negara yang terdiri dari penilaian aspek keuangan, operasional dan operasional. Selama ini PT SUCOFINDO melakukan pengukuran kinerja perusahaan hanya pada aspek keungan saja. Pengukuran aspek operasional dan administrasi masih mengalami kendala dalam pengumpulan data operasional. Sehingga perushaaan mengalami kesulitan dalam menerapkan kepmen. Karena pengukuran hanya pada satu aspek keuangan, maka kinerja perusahaan tidak mencerminkan kinerja yang sesungguhnya. Disamping itu, penilaian kinerja yang berjalan sekarang merupakan end-system atau sistem yang berakhir dengan menghasilkan sebuah nilai saja tanpa memberikan rincian penilaian yang berisi informasi tingkat kesehatan keuangan, operasional dan administrasi. Detail informasi tersebut sangat diperlukan pihak managemen untuk pengambilan keputusan. Untuk kerena itu dibuuthkan system informasi penilaian kinerja yang meliputi aspek keuangan, operasional dan administrasi. Sistem informasi penilaian kinerja ini dapat membantu PT. SUCOFINDO dalam melakukan penilaian kinerja dalam aspek tersebut sesuai dengan persyaratan Pemerintah yang tercantum dalam Kementerian Badan Usaha Milik Negara. LANDASAN TEORI Sistem Informasi Menurut Ladjamudin (2005: 13), kata
12sistem informasi didefinisikan sebagai sistem yang dibuat oleh manusia, yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai tujuan yaitu menyajikan informasi. Sistem informasi berfungsi sebagai alat bantu kompetisi bagi organisasi dalam pencapaian tujuan. Sistem informasi dituntut tidak hanya mengolah data dari dalam organisasi saja, tetapi juga dapat menyajikan data dari pihak luar yang mampu menambah nilai saing bagi organisasi. Penilaian Kinerja Penilaian kinerja adalah suatu proses dalam organisasi yang bertujuan mengevaluasi pelaksanaan kerja masing-masing individu dalam organisasi tersebut (Simamora, 1999: 415). Menurut Yuwono (2004), terdapat dua ukuran yang digunakan dalam sistem penilaian kinerja yaitu produktifitas dan profitabilitas. a. Produktifitas Secara konvensional, produktifitas didefinisikan sebagai rasio antara total output dengan input (Yuwono, 2004). Tujuan penilaian produktifitas terbagi menjadi empat point yaitu: strategis, taktis , perencanaan, dan internal manajemen. Poin strategis adalah membandingkan produktifitas dengan pesaing, poin taktis adalah dengan cara kontrol operasi perusahaan, poin perencanaan adalah dengan cara membandingkan keuntungan relatif dari penggunaan input-input yang berbeda dan poin internal manajemen. b. Profitabilitas Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan Husnan, (2001). Profitabilitas banyak digunakan perusahaan untuk proses pengambilan keputusan perusahaan. Pengukuran probilitas adalah dengan menggunakan ukuran return of investment (ROI), return on equity (ROE), collection period, rasio kas, rasio lancar, perputaran persediaan perputaran total asset, dan rasio modal terhadap aktiva. Tujuan Dan Manfaat Penilaian Kinerja Menurut Simamora (1999: 327), tujuan penilaian kinerja adalah mengukur efektivitas dan efisiensi suatu aktivitas baik dalam aspek keuangan maupun non-keuangan untuk dilakukan evaluasi dalam perbaikan dan peningkatan kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan organisasi. Menurut Handoko (2008: 135), manfaat penilaian kinerja adalah sebagai berikut. 1. Perencanaan pengembangan karier. 2. Keputusan penempatan. 3. Kesempatan kerja yang adil. 4. Kebutuhan latihan pengembangan skill. 5. Perbaikan prestasi kerja.
166. Memperbaiki penyimpangan proses staffing. 7. Mengurangi ketidak-akuratan informasi. 8. Memperbaiki kesalahan desain pekerjaan. 9. Penyesuaian kompensasi 10. Membantu menghadapi tantangan eksternal. Klasifikasi Dan Aspek Penilaian Tingkat Kesehatan Bumn Untuk kategori penilaian kinerja BUMN menjadi tiga golongan, yaitu
11sehat, kurang sehat dan tidak sehat. Kategori tingkat kesehatan BUMN25dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Tingkat Kesehatan BUMN Aspek Operasional Katego Predikat Keterangan Indikator yang dinilai meliputi unsur-unsur AAA Apabila total (TS) kegiatan yang dianggap paling dominan dalam lebih besar dari 95 rangka menunjang keberhasilan operasi sesuai Sehat AA Apabila 80 <TS<= 95 dengan visi dan misi perusahaan. Perusahaan A Apabila 65<TS<=80 memperoleh kebebasan dam menentukan BBB Apabila 50<TS<=65 indikator penilaian sekaligus unsur yang menjadi Kurang BB Apabila 40<TS<=50 bahan pertimbangan penilaian. Sehat B Apabila 30<TS<=40 Jumlah indikator untuk penilaian setiap CCC Apabila 20<TS<=30 tahun minimal 2 indikator dan maksimal 5 Tidak CC Apabila 10<TS<=20 indikator, dengan kebebasan pemilihan indikator Sehat C Apabila TS<=10 yang mungkin berbeda dari tahun ke tahun. (Sumber: Keputusan Menteri BUMN Misalnya, suatu indikator tersebut perusahaan Nomor:KEP-100/MBU/2002) telah mencapai tingkatan/ standar yang sangat baik atau karena ada indikator lain yang Penilaian kinerja berdasarkan Keputusan dipandang lebih dominan pada yang Menteri Badan Usaha Milik Negara terdapat tiga bersangkutan. Indikator penilaian yang dapat aspek penilaian yaitu aspek kinerja keuangan, dipilih adalah sebagai berikut. aspek kinerja operasional, dan aspek kinerja 1. Pelayanan kepada pelanggan/ masyarakat administrasi. 2. Efisiensi produksi dan produktivitas. 3. Pemeliharaan kontinuitas produksi Aspek Keuangan 4. Inovasi produksi baru Pada aspek keuangan terdapat delapan 5. Peningkatan kualitas SDM indikator yang digunakan untuk menghitung 6. Research & Development (R&D). bobot aspek keuangan.dua total bobot yaitu 7. Hasil Pelaksanaan penugasan pemerintah BUMN Infrastruktur (Infra) sebesar 50 dan 8. Kepedulian terhadap lingkungan BUMN non-infrastruktur (non infra) sebesar 70. Penilaian terhadap masing-masing Dalam penilaian aspek keuangan, indikator yang indikator dilakukan secara kualitatif dengan dinilai dan masing-masing bobotnya adalah kategori penilaian. Tabel kategori penilaian seperti pada Tabel 2. dapat dilihat pada Tabel 3 Tabel 3. Kategori Penilaian Indikator 1.Imbalan kepada pemegang saham (ROE)
3Tabel 2. Indikator dan Bobot Aspek Keuangan Infra 15 Bobot NonInfra
320 2. Imbalan investasi (ROI) 10 15 3. Rasio Kas 3 5 4. Rasio Lancar 4 5 5. Collection Periods 4 5 6. Perputaran persediaan 4 5 7. Perputaran total asset 4 5 8.Rasio modal sendiri terhadap total aktiva 6 10 Total Bobot 50 70 No. 1. Kategori Baik sekali(BS) Skor 100% x Bobot indikator 2. Baik (B) 80% x Bobot indikator 3. Cukup (C) 50% x Bobot indikator 4. Kurang (K) 20% x Bobot indikator. (Sumber:
11Keputusan Menteri BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002) Aspek Administrasi Dalam penilaian aspek administrasi terdapat tiga indikator yang digunakan untuk melakukan penilaian kinerja yaitu laporan perhitungan tahunan, rancangan rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP), dan kinerja pembinaan usaha kecil dan koperasi (PUKK). Daftar (Sumber: Keputusan Menteri BUMN indikator dan bobot aspek administrasi dapat Nomor:KEP-100/MBU/2002) dilihat pada Tabel 4. . Tabel 4.
3Indikator dan Bobot Aspek Administrasi Indikator Bobot Infra Non Infra 1.Laporan Perhitungan Tahunan 3 3 2. Rancangan RKAP 3 3 3. Laporan Periodik 3 3 4. Kinerja PUKK 6 6 TOTAL 15 15 (Sumber:
11Keputusan Menteri BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002) ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Langkah-langkah pelaksanaan analisis dan perancangan sistem informasi penilaian kinerja pada PT. SUCOFINDO ini menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) yang terdiri dari 7 proses yang saling terhubung yaitu: identifikasi masalah, analisis system, perancangan system, pembuatan program, desain uji coba, implementasi dan evaluasi. SDLC merupakan metode pengembangan yang terstruktur dan digunakan oleh sebagian besar perusahaan saat ini. Blok Diagram Penilaian Kinerja Perancangan sistem dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang berkenaan dengan aplikasi yang dibangun serta untuk memudahkan pemahaman terhadap sistem. Rancangan penelitian yang digunakan untuk membantu pembuatan rancang bangun ini berupa blok diagram penilaian kinerja yang menggambarkan desain input dan output. Blok diagram penialian kinerja dapat dilihat pada Gambar 1. Input Proses Output Data Neraca Penilaian Kinerja Data Hasil Penilaian Keuangan Kinerja Keuangan Data Laba Rugi Data Operasional Penilaian Kinerja Operasional Data Hasil Penilaian Kinjerja Opersional Data Administrasi Penilaian Kinerja Administrasi Data Hasil Penilaian Kinerja Administrasi Data Hasil Penilaian Kinerja Keuangan Data Hasil Penilaian Rekapitulasi Data Alternatif Kinjerja Opersional Penilaian Solusi Data Hasil Penilaian Kinerja Administrasi Gambar 1. Blok Diagram Penilaian Kinerja System Flow Aspek Penilian Kinerja Keuangan Untuk membuat aplikasi penilaian kinerja keuangan dibutuhkan alur kerja dari aspek keuangan yang digambarkan dalam system flow diagram. System flow aspek penilaian kinerja keuangan dapat dilihat pada Gambar 2. Keuangan S t a r t
7M e n g a m b i l d a t a t r a n s a k s i k e u a n g a n D a t a T r1a n s a k s i K e u a n g a n I n p u t J u r n a
1l J u r n a l S i m p a n J u r n a l L a p o r a n J u r
15n a l S e t t i n g C O A M e n g k l a s i f i k a s i A k
6u n D a t a A k u n P e m b u a2t a n L a p o r a n N e r a c a D a n L a b a R U g i L a1p o r a n L a b a r u g i Manajemen
4P e r h i t u n g a n I m b a l a n k e p a d a p e m e g a n g23s a h a m ( R O E ) P e r6h i t u n g a n R O I P e r h i t u n g a n R a s i o K a s P e10r h i t u n g a n R a s i o L a n c a r C O A P e r h i t
19u n g a n C o l l e c t i o n13P e r i o d K e u a n g a n P e r h i t u n g a n P P e e21r r s p e u d t a i a r a a n n P e
1r h i t u n g a n P e r p u t a r a n T o t a l A s e t P e r h i t u n g a8n R a s i o m o d a l s e14n d i r i t e r h a d a p t o t a l a k t i v a5K e u a n g a n D a t a P e n i l a i a n K i n e r j a K e u a n g a n L a p o r a n N e5r a c a Pimpinan D a t a H a s i l17P e m b o b o t a n K i n e r j a5K e u a n g a n H a s K i l i n P e e n r j i a l a i a n
2C e t a k L a p o r a n K i n e r j a K e u a n g a n L22a p o r a n K i n e r j a8L a p o r a n K i n e r j a K e u a n g a n K e u a n24g a n F i n i s h c Gambar 2. System Flow Penilaian Kinerja Keuangan System Flow Aspek Penilian Kinerja System Flow Rekapitulasi Penilaian Administrasi Untuk membuat aplikasi penilaian System flow rekapitulasi penilaian kinerja administrasi dibutuhkan alur kerja dari digunakan untuk menggambarkan alur kerja aspek administrasi yang digambarkan dalam perekapan laporan dari aspek keuangan, system flow diagram. System flow aspek operasional dan administrasi sehingga dapat penilaian kinerja administrasi dapat dilihat pada dibuat data solusi.System flow rekapitulasi dapat Gambar 3 dilihat pada gambar 5. . Administrasi Manajemen S t a r t Direktur Manajemen Direktur Rekap laporan
2a d m i n i s t r a s i Start Tidak PerPhUitKuKng?an Ya Data Hasil Kinerja Opersional Data laba rugi dan Data Hasil Kinerja PenInepriumtWaaankRtuKAP neraca Administrasi
2d a n P e n y a m p a i a n Laporan Audit Data Hasil Kinerja P e
1r h i t u n g a n J a n g k a Keuangan W a k t u p e n e r i m a a n R K A P d a n P e r h i t
4u n g a n k i n e r j a P e n y a m p a i a n P U K K
10L a p o r a n A u d i t Rekapitulasi Penialian Kinerja
18L a p o r a n j a n g k a7w a k t u a u d i t d i t e r i m a L a p o r a n k i n
7e r j a P U K K K i n e r j a4P e r h i t u n g a n H a s i l Administrasi Kinerja Administrasi H a1s i l P e n i l a i a n Kinerja
2C e t a k L a p o r a n H a s i l K i n e r j a A d m i n i s t r a20s i c Baik Tidak L a p o r a n H a s i l Kinerja Administrasi Mencari Alternatif Solusi
6L a p o r a n H a s i l Kinerja Administrasi Alternatif Solusi S e l e s a i Cetak Laporan Alternatif Solusi Gambar 3. System Flow Penilaian Kinerja administrasi Laporan Alternatif c Solusi Laporan Kinerja Ya Perusahaan Laporan Alternatif Solusi Finish System Flow Aspek Penilian Kinerja Gambar 5. System Flow Rekapitulasi Penilaian Operasional Untuk membuat aplikasi penilaian Context Diagram kinerja administrasi dibutuhkan alur kerja dari Context diagram merupakan gambaran aspek administrasi yang digambarkan dalam desain guna membuat rancangan perangkat system flow diagram. System flow aspek lunak (software) yang akan dibuat. Pada penilaian kinerja administrasi dapat dilihat pada eksternal entity terdapat bagian keuangan, Gambar 4. bagian administrasi, bagian operasional, bagian HRD Manajemen Direktur manajemen, dan pimpinan yang kemudian Start diolah dalam system informasi penilaian kinerja. Penilaian Kinerja Data Hasil Kinerja Operasional Opersional Mengumpulkan Context diagram dapat dilihat pada Gambar 6. Laporan Operasional Data Penilaian Kinerja Operasional Laporan Operasional Cetak Laporan Kinerja Opersional Input Data Laporan Operasional Data Operasional Simpan Data Laporan Kinerja Operasional Opersional Data Operasional c Laporan Kinerja Operasional Laporan Kinerja Operasional Finish Gambar 4. System Flow Penilaian Kinerja Operasional Bagian Administrasi RekapitulasiPenilaianKinerja Bagian Manajemen Bagian Data Administrasi Keuangan Jurnal 0 Laporan Kinerja Operasiona Laba Rugi Laporan Kinerja Keuangan Neraca SistemInformasiPenilaian Kinerja Laporan Kinerja Administrasi Data LaporanOperasional + Rekapitulasi PenilaianKinerja Laporan Kinerja Operasiona Pimpinan Bagian Operasional Laporan Kinerja Administrasi Laporan Kinerja Keuangan Gambar 8. Chart Of Account Gambar 6. Context Diagram IMPLEMENTASI Implementasi program merupakan implementasi dari hasil analisis, diharapkan dengan adanya implementasi ini dapat membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan persediaan yang lebih optimal. Pengisian Data Kinerja Keuangan Pengisian data kinerja keuangan dimulai dari melakukan input pada chart of account (COA). COA digunakan untuk mempermudah proses pencatatan transaksi. COA dapat dilihat Gambar 9. Jurnal Umum pada Gambar 8. Setelah berhasil melakukan input COA selanjutnya dapat dilakukan input Pengisian Data Kinerja Operasional pada jurnal umum. Jurnal umum digunakan Untuk melakukan penilaian kinerja untuk menginputkan data yang didapat dari operasional dimulai dengan melakukan input setiap proses transaksi penjualan jasa maupun indikator operasional yang berkaitan dengan pembelian. Jurnal umum dapat dilihat pada proses kinerja operasional pada form Gambar 9. Setelah melakukan input pada form operasional. Setelah berhasil melakukan COA dan jurnal umum maka penilaian kinerja pengisian data indikator, selanjutnya dilakukan keuangan dapat dilakukan. penilaian indikator dengan cara input kategori penilaian.penilaian kinejra operasional dapat dilihat pada Gambar 10. Gambar 9. Penilaian Aspek Operasional Pengisian Data Kinerja Administrasi Untuk melakukan penilaian kineraja administrasi terdapat lima proses yang harus dilakukan input, yaitu proses laporan periodik, laporan perhitungan tahunan, rancangan rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP), dan kinerja pembinaan usaha kecil dan koperasi (PUKK). Setelah berhasil melakukan input seluruh proses tersebut maka penilaian kinerja administrasi dapat dilakukan. Penilaian kinerja administrasi dapat dilihat pada Gambar 10. Gambar 10. Penilaian Aspek Adminsitrasi Penilaian Kinerja Aspek Keuangan Untuk melakukan penilaian kinerja aspek keuangan adalah dengan menekan tombol simpan pada form transaksi kinerja keuangan. Apabila berhasil melakukan penilaian kinerja secara otomastis form akan menghitung dan menampilkan nilai dan skor dari aspek keuangan pada setiap indikator. Perhitungan aspek keuangan yang dapat dilihat pada gambar 11. Gambar 11.Penilaian Aspek Keuangan Rekapitulasi Penilaian Kinerja Setelah berhasil melakukan input pada setiap aspek penilaian kinerja maka akan menghasilkan empat laporan yang berkaitan dengan rekapitulasi penilaian kinerja yaitu laporan kinerja aspek administrasi yang dapat dilihat pada Gambar 12, laporan kinerja aspek operasional yang dapat dilihat pada Gambar 13, laporan kinerja keuangan yang dapat dilihat pada Gambar 14 dan laporan rekapitulasi penilaian kinerja yang dapat dilihat pada gambar 15. Gambar 12. Laporan penilaian Aspek Administrasi . Kesimpulan Dan Saran Kesimpulan yang diambil berdasarkan uji coba yang dilakukan dari penelitian tugas akhir rancang bangun system informasi penilaian kinerja badan usaha pada PT. SUCOFINDO yaitu: 1. Penelitian ini menghasilkan aplikasi pembuatan laporan penilaian kinerja berdasarkan Keputusan Menteri yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam aspek keuangan, operasional dan administrasi. 2. Aplikasi ini menghasilkan laporan kinerja Gambar 13. Laporan Penilaian Aspek keuangan, operasional dan administrasi. Operasional Laporan tersebut diantaranya adalah laporan neraca, jurnal, laba rugi operasional, dan administrasi. Berdasarkan penjelasan tentang sistem aplikasi yang telah dibuat, dapat diberikan saran untuk mengembangkan sistem ini adalah Aplikasi yang sudah dibuat perlu diintegrasikan secara penuh ke dalam aplikasi pembuatan laporan keuangan pada kantor pusat agar dapat bekerja secara maksimal. Daftar Pustaka Ladjamudin, 2005. Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset. Gambar 14.Laporan Bobot Aspek Keuangan Kementerian Badan Usaha Milik Negara, 2002.
9Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-100/MBU/2002 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Manulang, M, 2008. Manajemen Personalia, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Yuwono, 2004. Petunjuk Praktis Penyusunan Balance Scorecard, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Gambar 15. Laporan Rekapitulasi Penilaian