TEMPAT SAMPAH OTOMATIS DENGAN SISTEM PEMILAH JENIS SAMPAH ORGANIK, ANORGANIK, DAN LOGAM

Achmad Rizal Musthofa Abul A'la

Abstract


Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Jawa Timur, mencatat jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo pada 2016 mencapai 1.500 ton per hari. Agar sampah yang ada di masyarakat tidak menumpuk, maka diperlukan tindakan khusus yaitu mendaur ulang sampah. Proses mendaur ulang sampah dilakukan secara berbeda – beda sesuai dengan jenisnya. Sampah organik dapat di daur ulang menjadi pupuk kompos maupun bio gas. Sampah anorganik logam dan nonlogam dapat di daur ulang dengan cara pencetakan kembali meliputi percetakan maupun peleburan kembali tanpa mengurangi kualitas sampah anorganik tersebut. Pada penelitian ini merancang dan membuat sistem tempat sampah yang mampu memilah jenis sampah yaitu sampah organik, anorganik dan sampah logam yang akan mempermudah manusia dalam mengkategorikan jenis-jenis sampah tersebut. Hasil dari penelitian menghasilkan nilai threshold 251, dan mampu membedakan jenis sampah dengan baik sehingga bisa disimpulkan bahwa sampah organik mempunyai output Vdc dari nilai threshold antara 125-220V, sampah anorganik mempunyai output Vdc dari nilai  threshold antara 248-250V dan sampah logam mempunyai output Vdc dari nilai threshold antara 153-180V dengan status sensor proximity inductive “hidup”.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.